Desain Ruangan Bergaya Retro

Berhubung desain bergaya retro untuk interior ruangan naik daun kembali, maka tidak ada salahnya menerapkan konsep satu ini di rumah impian. Bukan hanya terlihat jadul atau klasik saja namun juga kekinian. Sebelum menerapkan konsep ini pastikan dulu mengetahui apa saja ciri khas dari desain bergaya retro tersebut.

Ciri Khas Unik Dari Desain Bergaya Retro

Gaya retro termasuk ke dalam kategori gaya desain ruangan jadul yang kembali menjadi trend sejak beberapa tahun belakangan. Menerapkannya akan menciptakan kesan apik di rumah. Namun tentu saja tidak bisa asal-asalan seperti sekedar memasang vinyl flooring di rumah, namun lebih dari itu.

Perlu menampilkan berbagai ciri khas dari desain bergaya retro untuk memunculkan suasana yang kental. Adapun ciri-ciri ini ternyata cukup beragam, berikut adalah beberapa diantaranya:

1. Penggunaan warna yang terang

Desain Bergaya Retro 

Sejak desain art deco menjadi trend di era 1930-an eksplorasi terhadap permainan warna semakin terasa. Warna-warna berani menjadi ciri khas dari desain retro yang dikombinasikan dengan warna earthy tone yang cenderung netral. Sehingga menerapkan beberapa warna dalam satu ruangan menjadi kebutuhan untuk suasana retro. Gunakan warna  berani seperti tosca yang dikombinasikan dengan warna orange dan cokelat muda sebagai pertimbangan.

2. Didominasi bentuk geometris

Pola geometris juga terlihat mendominasi hunian dengan gaya retro, terlihat dari bentuk furniture maupun motif pada dinding dan lantai. Menggunakan vinyl flooring untuk menciptakan motif geometris di area lantai bisa dijadikan pilihan. Bisa pula dipadukan dengan furniture seperti kursi sofa dengan motif garis-garis ataupun kotak-kotak.

3. Identik dengan material sintetis

Memunculkan kesan retro dalam sebuah ruangan juga bisa dengan memberikan material sintetis yang juga menjadi ciri khas dari desain satu ini. material sintetis ini jenisnya ada banyak sebut saja seperti vinyl, karet fiber, dan juga plastik. Bisa pula mempergunakan material dari kuningan, tembaga, maupun besi untuk elemen dekorasi ruangan.

Dijamin tidak akan kesulitan untuk menemukan material-material sintetis ini karena memang masih banyak ditemukan di masa sekarang. Anda bisa mencari yang motif atau warnanya nampak apik berpadu dengan furniture ataupun hiasan dinding yang sudah terbeli. Manfaatkan pasar loak dan internet untuk menemukan lebih banyak inspirasi gaya retro.

4. Penerapan permainan tekstur

Sepertinya untuk menggambarkan desain bergaya retro tidak cukup hanya membahas soal warna dan pola atau bentuk. Namun perlu pula membahas masalah tekstur karena aktualnya ruangan bergaya retro selalu kental dengan tekstur. Mulai dari penggunaan karpet lantai dengan tekstur yang unik, sampai penggunaan wallpaper maupun wall covering.

5. Lantai dengan konsep natural

Lantai dengan konsep natural 

Desain retro untuk lantai juga perlu diperhatikan karena desain satu ini identik dengan lantai natural. Misalnya saja menggunakan vinyl flooring dengan motif kayu dan berwarna kecokelatan untuk terlihat seperti lantai kayu sungguhan. Bisa pula dengan mengkombinasikan lantai marmer putih dengan karpet yang bertekstur ataupun berwarna natural.

Lantai yang terlihat natural atau alami sudah tentu akan menguatkan konsep retro dalam sebuah ruangan. Namun, usahakan mencari material lantai yang pas dengan kebutuhan dan selera. Bukan asal motifnya sesuai gaya retro namun juga punya kualitas bagus sekaligus menjawab selera Anda, sehingga benar-benar menyukainya.

Konsep retro akan memberi sentuhan klasik namun tetap sedap dipandang, menerapkan konsep ini tentu menarik untuk dilakukan. Agar sukses silahkan mengikuti uraian di atas agar mampu menghadirkan elemen-elemen bergaya retro yang tepat. Khusus untuk lantai bisa berkunjung ke beberapa toko jual lantai vinyl murah untuk mendapatkan referensi terbaik. Sebab lantai dari material vinyl ini identik dengan gaya retro namun tetap terjangkau dibanding material lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *