Tips Buat Penampungan Air Hujan

Selalu ada ide penghematan, yang bisa bikin hidup kita lebih mudah dan tentu ringan dikantong. Ada banyak desain rumah dengan jendela besar dan bukaan lebar agar sirkulasi udara lancar dan ruangan bisa terang namun sejuk tanpa pakai AC atau lampu berlebihan. Satu lagi instalasi yang bisa dicoba adalah buat talang air hujan dirumah sendiri. Terdengarnya asing dan rumit sekali, padahal gampang banget, kok.

Tips Simple, Penampung Air Hujan Rumahan

Buat penampungan air hujan berarti kita punya cadangan air yang menggunakan air hujan yang ditampung pada drum tertentu. Cukup ada bagian atap yang ditalangi dan diarahkan pada drum. Agar aman digunakan untuk mengirami taman, cuci piring sampai mandi, ada beberapa hal peratis yang bisa dilakukan.

1. Menggunakan Atap Genteng

Proses penampungan dimulai dari awal sekali. Untuk memastikan kualitas air yang ditampung aman untuk digunakan, harus melalui atap terlebih dahulu. Penggunaan atap genteng lebih aman dari pada aluminium atau seng. Karena ada partikel besi yang bisa ikut terbawa dan cukup berbahaya bagi kesehatan. Jadi, pilih material seaman mungkin dalam hal menampung air.

2. Menghindari Drum Besi

Untuk tempat penampungannya juga harus memilih barang khusus, Hindari drum besi yang dapat menimbulkan karat. walaupun drum besi dilapisi dengan pelapis epoxy yang menjadikannya kedap air dan anti karat, lebih baik menggunakan drum yang berbahan plastik. Pilih juga ukuran kecil yang dapat dibersihkan secara rutin dan mudah perawatannya.

3. Lapisan Anti Air

Untuk memastikan area penampungan air hujan aman dan tidak mengalir kemana-mana pastikan jalurnya anti air. Untuk pemasangan yang lebih detail sesuai kaidah pemasangan yang benar, gunakan juga jasa epoxy lantai agar bagian-bagian tertentu dapat dilapisi dengan lapisan ini dan selalu kering, walaupun punya penampung air hujan dirumah. Untuk drumnya juga dibsa dilapisi bagian luarnya dengan waterproofing dan memberikan pertahanan kokoh dari kemungkinan retak dan bocor.

4, FIlter Dengan Ijuk Dan Pasir

Setelah air ditalangi dibagian atap, kemudian diarahkan kedalam penampungan. Sebelumnya, pasang filter dengan menggunakan ijuk dan pasir untuk menghalangi partikel kecil yang kotor. Jadi air hujan yang tersaring bisa lebih bersih dan bebas dari butiran kotoran yang besar. Bila khawatir kualitas air hujan yang tidak aman untuk dikonsumsi, bisa menggunakan air hujan untuk toilet, cucian dan mengairi taman. Karena kebutuhan air rumahan juga ternyata cukup banyak.

5. Pembersihan Secara Berkala

Periksa keseluruhan alat penampungan secara berkala untuk mengantisipasi adanya kebocoran atau sumbatan. Saat-saat tertentu ketika keran air ada banyak kotoran berarti penampungan air hujan perlu diperiksa. Karena, bisa saja ada bagian tertentu yang bocor atau filter harus diganti. Lakukan pemeriksaan berkala serta pembersihan teratur.

6. Lapisan Bebas Air

Walau buat penampungan air hujan berurusan dengan air, tapi harus ada area kering dimana keseluruhan sistem tersebut dipasang. Mulai dari talang sampai keran bukaannya. Seperti memastikan lantai dimana drum diletakan tidak lembab dan basah. Penghuni rumah bisa melapisi lantai dengan epoxy lantai agar bebas air, jadi walaupun penampungan bocor sekalipun, lantai bisa lekas dibersihkan dan tidak buat lapisan bawahnya basah dan beresiko amblas.

Buat penampungan air hujan dirumah sangat memungkinkan, terutama di Indonesia yang terbagi jadi dua musim yakni kemarau dan hujan. Penghematan pasti bisa dilakukan dengan memasang penampungan air hujan untuk berbagai kegiatan rumahan yang memerlukan air.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *