Jenis-Jenis Waterproofing

Ditilik dari namanya, waterproof berarti sesuatu yang kedap terhadap air. Waterproofing adalah tindakan melindungi objek dengan cara melapisi terhadap genangan atau cipratan air. Hal ini dilakukan agar objek bangunan menjadi awet, tidak rapuh atau bocor.  Sumber air yang menerpa bangunan biasanya berasal dari hujan, saluran air, atau tempat penampungan air. Bagian yang dimungkinkan terkena air secara langsung inilah yang harus dilapisi waterproof agar terhindar dari rembesan atau kebocoran. Pengaplikasian waterproof, terutama untuk perumahan atau perkantoran, untuk bagian kecil dan sederhana bisa dilakukan sendiri. Tetapi wilayah yang lebih luas dan terkesan rumit, Anda membutuhkan kontraktor waterproofing untuk melakukannya.

Anggapan keliru dari kebanyakan masyarakat adalah kepastian kenyamaan dan anti bocor bidang bangunan setelah dilapisi waterproof. Padahal tingkat kekuatan waterproof berbeda-beda. Hal ini ditandai dengan skala Ingress Protection Rating dari 0 sampai 8. Skala 0 berarti sangat lunak yang sangat cocok dicampur cat untuk diaplikasikan pada dinding yang kerap terkena air, seperti kamar mandi, tempat wudlu, atau kolam renang. Sedangkan skala 8 umum digunakan pada bidang yang terkena langsung air seperti hujan dan bukan rembesan, misalnya lantai dak atau atap dak. Seorang aplikator waterproofing profesional biasanya akan berkonsultasi kepada pemilik bangunan tentang jenis waterproof yang akan digunakan.

Jenis Waterproof

Jenis waterproof yang beredar di pasaran saat ini sangat beragam baik jenis maupun merk-nya. Perbedaan ini dimungkikan karena perbedaan tekstur dan kondisi bidang yang akan di-waterproofing. Kontraktor waterproofing profesional umumnya tidak gegabah dalam memilih waterproof yang cocok. Ketepatan dalam memilih jenis waterproof terhadap bidang yang akan dilapisi sangat penting untuk mendapat hasil yang sempurna. Di samping itu, pengetahuan pemilik bangunan terhadap jenis waterproof juga diperlukan untuk menghindari kemungkinan kontraktor waterproofing yang nakal.

1. Coating

Waterproof jenis ini membutuhkan kuas untuk melapisi bidang, karena bentuk waterprof yang cair. Tidak semua bidang cocok menggunakan pelapis jenis ini. Waterproofing cair ini cocok untuk melapisi bidang yang tidak terlalu ekstrem terkena air. Bidang yang biasa dilapisi misalnya dinding kamar mandi, dinding luar, pagar tembok, talang air, lantai kamar mandi dan lantai dak. Karena bentuknya cair, waterproof ini dirancang untuk melapisi tanpa merusak estetika pada bidang bangunan.

2. Membran/Aspal

Waterproof ini sangat keras dan ditujukan untuk bidang yang terkena air secara langsung dalam kurun waktu lama. Waterproof ini berupa lembaran yang terdiri dari campuran plastik, karet, aspal, pasir, batu, dan fiber. Pengaplikasian waterproof jenis ini sangat rumit tetapi hasil yang didapat sangat meyakinkan dengan kekuatan hingga 15 tahun. Dibutuhkan lebih dari seorang aplikator waterproofing untuk mengerjakan pelapisan ini. Bidang seperti dak beton, atap beton atau kolam renang dilapisi waterproof ini secara cermat untuk kemudian dilelehkan agar menyatu dengan bidang beton yang berada di bawahnya dengan cara dibakar.

Sumber: kaskus

3. Integral

Waterproof jenis ini menyatukan waterproof ke dalam adukan beton basah sebelum di cor ke bidang bangunan. Cara ini menjadikan beton dan dinding lebih kokoh serta kedap air. Harga jasa pengaplikasian waterproof ini paling mahal karena itu kurang ideal untuk perumahan. Karena kekuatannya, waterproof ini umumnya diaplikasikan pada bangunan pusat perbelanjaan, hotel, atau bangunan tinggi lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *